Membangun Wirausaha Muda

Share this:

Oleh: Aldi Fathurrahman | Mahasiswa S1 Manajemen STIE Ahmad Dahlan Jakarta

Pemuda adalah asset bangsa, pewaris negara. Secercah harapan umat bertumpu dipundaknya. Pada era penjajahan, pemuda memiliki peran yang fundamental karena sebagai ujung tombak pergerakan untuk melawan penjajah. Hal itu karena fisiknya yang masih gagah perkasa dan memiliki semangat yang menggelora. Kini pemuda memiliki tugas yang berbeda, tugas yang lebih berat untuk mempertahankan kemerdekaan dan merealisasikan cita-cita bangsa.

Namun seiringnya perkembangan zaman, pemuda dihadapkan dengan pelbagai problematika yang menghadangnya. Banyak pemuda yang terperangkap dalam kehidupan yang tidak bermoral dan sulitnya mendapatkan pekerjaan. Hal itu diperburuk dengan Indonesia akan memasuki era bonus demografi di tahun 2020-2030. Dimana suatu kondisi jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari jumlah penduduk usia tidak produktif di suatu wilayah atau negara.

Usia produktif berarti usia angkatan kerja, semakin banyak penduduk usia kerja berarti semakin banyak lapangan pekerjaan yang harus disediakan. Jika lapangan pekerjaan yang tersedia bertolak belakang dengan jumlah angkatan kerja, akan menimbulkan bahaya. Karena, akan menyebabkan pengangguran dimana-mana. Banyaknya usia angkatan kerja yang tidak dibarengi dengan penyediaan lapangan pekerjaan membuat pemuda bersaing satu dengan yang lainnya untuk memperebutkan pekerjaan yang ada. Sehingga hanya pemuda yang memenuhi persyaratan sajalah yang dapat bekerja, dalam kata lain hanya SDM yang berkualitas yang akan diterima

Meningkatkan Life Skill adalah jawaban untuk menghadapi tantangan di era bonus demografi. Sehingga pemuda dapat merealisasikan cita-cita bangsa yang makmur dan sejahtera. Keterampilan kejuruan adalah salah satu contoh Life Skill yang perlu ditingkatkan. Karena dapat membantu pemuda hidup mandiri dengan keterampilan yang dimilikinya. Seperti halnya melukis, menulis, fotografi, memasak, membuat kerajinan dan lain sebagainya. Semua keterampilan tesebut dapat menjadi media untuk mendapatkan keuntungan ekonomis. Pemuda dapat menjajahkan keterampilannya baik dalam bentuk jasa maupun produk.

Pemuda memiliki peran penting dalam perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, karena pemudalah yang akan mengisi ruang-ruang publik dimasa yang akan datang. Pemuda tidak boleh menjadi benalu bagi pemerintah karena harus banyak menyediakan lapangan pekerjaan, walaupun itu adalah tugas pemerintah.Tetapi pemuda harus menjadi motor penggerak terciptanya peluang pekerjaan yang baru dan membuka lapangan pekerjaan. Untuk menjawab tantangan di era bonus demografi wirausaha adalah sebagai jawaban dari semua itu.

Kesempatan menjadi wirausahawan yang sukses terbuka lebar pada era bonus demografi. Karena, banyaknya jumlah penduduk akan menjadi pangsa pasar yang strategis. semakin banyak penduduk maka jumlah kebutuhannya semakin banyak. Hal ini akan mem pengaruhi permintaan terhadap barang konsumsi yang akan dibutuhkan masyakat. Semakin tinggi permintaan maka akan semakin tinggi tingkat produksi dan penjualan, sehingga kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Sebuah negara dikatakan maju jika jumlah pengusaha di negara tersubut minimal mencapai 2% persen dari jumlah penduduknya. Sehingga dengan banyaknya pemuda yang mulai berwirusaha tidak menutup kemungkinan akan membuat bangsa Indonesia menjadi negara yang maju.

Sumber Poto

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz