Gaya Bisnis Generasi Milenial

Oleh: Kardian | Mahasiswa |

Dengan teknologi yang canggih dan modern semua orang bisa bertindak dan melakukan apapun. Dunia hari ini sedang mengalami distrupsi aktivitas, dimana perkembangan teknologi yang begitu cepat diera revolusi industri 4.0. Era revolusi industri 4.0 menuai sebuah tantangan bagi manusia yang menjalankannya, sehingga harus banyak melakukan pilterisasi yang berkala agar tidak begitu mudah menerima informasi begitu saja.

Hampir kegiatan manusia kala ini beralih dari dunia nyata ke dunia maya, yang sehingga mengalami masa transisi dan adaptasi dalam melakukan aktivitasnya. Dimasa transisi itulah yang akan menjadi langkah awal yang dialami oleh pelaku bagaimana proses adaptasi berjalan. Didasari dari beberapa penemuan atau penelitian, bahwasannya karakter manusia saat ini adalah karakter yang menginginkan sesuatu yang instan dan mudah, sehingga diharuskan banyak melahirkan  kegiatan ekonomi yang begitu mudah dan gampang diakses. Dengan adanya sumber data itulah yang kemudian harus melakukan sebuah tindakan agar kebutuhan manusia terpenuhi.

Dalam kegiatan ekonomi hal ini merupakan sebuah peluang yang besar dan jangan sampai kehilangan momentumnya. Dengan adanya peluang ini maka pegiat ekonomi dengan sedemikian rupa akan melakukan kereativitas se-unik mungkin, agar bisa menjadi prioritas utama yang dikonsumsi atau diminati masyarakat banyak. Pelaku ekonomi tentunya harus melihat dari berbagai banyak sudut pandang untuk bisa menilai dan mengetahui karakter masyarakat dan apa yang dibutuhkannya.

Berbisnis adalah kegiatan yang sangat mulia dan mampu memberikan pelajaran besar bagi pelakunya. Seseorang yang ingin terjun ke dunia bisnis tentunya banyak upaya yang dilakukan, ada yang memulai dengan mengikuti workshop, pelatihan atau membaca referensi buku dan mempelajari kiat-kiat dalam berbisnis. Setelah peroses pelatihan dan pembelajaran dilakukan maka ditantang untuk bagaimana mengaplikasikan kedunia nyata, sehingga apa yang sudah dipelajari dapat direalisasikan.

Kesabaran, ketekunan dan kreativitas harus  ditanamkan dalam jiwa berbisnis dan banyak hal yang kemudian akan didapatkan dalam berbisni, selain kita mendapatkan keuntungan secara materil maka ada hal yang lain yang berkesinambungan contohnya bisa berkomunikasi dengan orang lain sehingga mendapatkan teman dan jaringan. Keuntungan dalam berbisni tidak hanya di ukur dari segi materil saja, namun dari segi sosial dan ibadahpun kita dapat meraihnya.

Dari sepuluh pintu rejeki yang ada di duni ini maka sembilan pintunya didapat dari berdagang atau berbinis. Setiap melakukan hal apapun kita harus diiringi dengan kejujuran, kesabaran dan harus mampu mengambil hikmah dari apa yang sudah kita lakukan, sehingga akan muncul sebuah evaluasi dan ketika ada kesalahan yang dilakukan sebelumnya akan menjadi sebuah pelajaran dalam melakukan kegiatan selanjutnya.

Kejujuran adalah modal utama dalam berbisnis, karena dengan kejujuran akan lahir kepercayaan dari orang lain. Seorang pembisnis seringkali melupakan kejujuran ini demi mendapatkan keuntungan yang berlipat tanpa melihat dampak  yang akan terjadi kedepannya. Maka untuk menguatkan dan mempertahankan bisnis yang kita jalani, tentunya kita harus menguatkan dasar-dasar dan kekuatan-kekuatan dalam berbisnis yang nantinya akan mampu memprediksi potensi bisnis yang akan datang.

Dalam sejarahnya kegiatan bisnis bukanlah kegiatan yang baru tapi sudah lahir dari sejak zaman Rosulullah SAW. Misi Rosulullah SAW dalam melakukan bisnis atau perdagangan selain mendapatkan keuntungan untuk kesehariannya, tetapi ada misi mulia yang lebih dari itu yaitu misi dakwa menyebarkan ajaran agama Islam kepenjuru dunia. Berdagang adalah alat atau upaya Rosulullah dan para sahabat dalam menyebarkan agama Islam, sehingga agama Islam bisa kita rasakan sampai saat ini.

Dengan jalur perdagangan Rosulluah akan mudah menemukan orang banyak, sehingga ketika melakukan transaksi jual beli maka disitulah terjadi komunikasi Rosulullah dengan para pembelinya. Makin hari perjalanan berdagang Rosulullah berjalan, maka seketika orang takjub dengan ramahan dan kejujuran Rosulullah dalam menyalani pelanggannya, sehingga banyak pembeli yang membeli dagangan yang dijual oleh Rosulullah.

Empat sifat yang selalu dipegang teguh oleh Rosulluah SAW dalam melakukan jual beli yaitu, sidik, amanah, tabligh dan fatanah. Ke-empat sifat ini lah yang kemudian orang lain merasa takjub kepada rosulullah. Terkadang tidak memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan yang banyak, tetapi lebih memperhatikan kenyamana pelanggan dan pembeli.

Diera milenial saat ini tentunya banyak sekali orang terutama pembisni atau pegiat ekonomi, yang memanfaatkan peluang masa kini. Yang menjadi pelaku bisnis bisa saja manusia yang dikatakan golongan manusia generasi X, Y atau  Z. Milenial itulah sebutan generasi saat ini, yang memiliki karakter yang berbeda tentunya dari generasi-generasi sebelumnya.

Generasi milenial memiliki banyak karakter dan juga sudah disuguhi dengan kecanggihan teknologi. Dalam hal kegiatan ini milenial kadang dinilai dengan generasi yang ingin mendapatkan sesuatu dengan instan milasnya, mau membeli barang tidak harus kepasar, mau naik ojek tidak harus kepangkalan ojek, sehingga yang dia inginkan didapatkan dengan hal yang mudah begitu saja.

Keinginan generasi milenial dalam hal perubahan, dari mulai trend dan penampilan yang kekinian, menjadi hal yang menarik di perbincangkan saat ini. Dengan perubahan ini tentunya menjadi banyak perdiskusian dan perbincangan dari bebrapa kalangan dan mungkin bisa saja dikaitkan kepada hal-hal atau momentum tertentu, sehinggal milenial lah yang kemudian menjadi sasaran utamanya.

Berkaitan dengan gaya hidup generasi milenial saat ini banyak sekali pembisnis-pembisnis yang sukses, seperti pelaku bisnis starup dan cafe-cafe moderen saat ini. Karena dengan mengikuti model bisnis yang kekinian maka genrasi milenial akan memburunya. Ketertarikannya itu berdasar daripada keinginan dan gaya moderen saat ini. Maka siapa pembisni yang hari ini pandai berkreativitas dan cepat merespon keadaan dan keinginan konsumen maka dia yang lebih dulu meraih kesuksesannya.

Semua orang akan mendapatkan kesuksesan. dalam berbisnis tidak ada batasan atau syarat-syarat husus untuk memulainya, dengan itu pelaku bisnis harus mempunyai ke inginan dan keberanian dalam menjalankannya. Begitupun dengan generasi milenial saat ini, selain menikmati kecanggihan dan kemudahan di era saat ini, maka harus mampu menyemimbangkan dan mengambil bagiannya. Dalam melakukan bisnis saat ini sangat mudah melakukan dan menjalankannya, dengan didukung teknologi modern dan canggih maka akan sangat bisa menjalankan bisnis kapanpun dan dimanapun.

Dengan kecanggihan teknologi hari ini pelaku bisnis sangat di untungkan karena banyak sekali peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan. Namu perlu diketahui oleh kita semua sebagai penikmat dalam segala kecangihan saat ini, janganlah terlalu terlena didalam kenyamanan nih. Setiap harinya kita disibukan dengan dunia mayanya masing-masing, terkadang itu sangat mempengaruhi kepekaan terhadap lingkungan saat ini.

Keadaan saat ini dimana dunia semakin modern, disamping banyak peluang-peluang khususnya dalam berbisnis, tetapi tentunya banyak hal-hal yang harus kita waspadai supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama yang selalu menjadi konsumen atau penikmat daripada kecanggihan tenologi, baik dalam hal membeli harus selalu memperhatiakan ke absahan daripada aplikasi atau pembelian secara legal.

Pembisnis hari ini harus tetap teguh menanamkan sifat yang dimiliki Rosulullah SAW, yang sehingga akan menjadi dasar dan landasan dalam menjalankan kegiatan bisnis. Potensi untuk melakukan kecurangan dalam berbisni saat ini sangatlah memungkinkan dan mudah. Hal kejujurang untuk melayani pelanggan yang kemudian harus kita kuatkan agar supaya kepercayaan kepda kita semakin mengalir.

Maka bagi kaum milenial jangan lah lewatkan mas yang luar biasa ini. Kaum milenial harus ambil bagian dari kecanggihan teknologi revolusi industri 4.0, munculkanlah jiwa kreativitas, dan melakukan inovasi-inovasi baru.

 

 

2.745 komentar untuk “Gaya Bisnis Generasi Milenial”